Dalam rangkaian AC, terdapat dua jenis daya listrik yang disuplai ke beban dari sumber daya: satu adalah daya aktif dan yang lainnya adalah daya reaktif. Ketika bebannya adalah beban resistif, daya yang dikonsumsi adalah daya aktif, ketika bebannya adalah beban kapasitif atau induktif, yang dikonsumsi adalah daya reaktif. Daya aktif adalah tegangan dan arus dalam fase yang sama (daya AC adalah selisih antara daya aktif dan daya reaktif), ketika tegangan melebihi arus, itu adalah daya reaktif induktif; ketika arus melebihi tegangan, itu adalah daya reaktif kapasitif.
Daya aktif adalah daya listrik yang dibutuhkan untuk menjaga pengoperasian normal peralatan listrik, yaitu konversi energi listrik menjadi bentuk energi lain (energi mekanik, energi cahaya, panas) dari daya listrik. Misalnya: motor listrik 5,5 kilowatt mengubah energi listriknya menjadi energi mekanik, menggerakkan pompa untuk memompa air atau mesin perontok padi; berbagai peralatan penerangan akan diubah menjadi energi cahaya, untuk penerangan bagi manusia dalam kehidupan dan pekerjaan.
Daya reaktif lebih abstrak; yaitu daya listrik yang digunakan untuk pertukaran medan listrik dan medan magnet di dalam suatu rangkaian dan untuk membangun serta mempertahankan medan magnet pada peralatan listrik. Daya ini tidak melakukan kerja eksternal, tetapi diubah menjadi bentuk energi lain. Setiap perangkat listrik dengan kumparan elektromagnetik mengkonsumsi daya reaktif untuk membangun medan magnet. Misalnya, lampu neon 40 watt membutuhkan lebih dari 40 watt daya aktif (ballast juga perlu mengkonsumsi sebagian daya aktif) untuk memancarkan cahaya, tetapi juga membutuhkan sekitar 80 watt daya reaktif agar kumparan ballast dapat membangun medan magnet bolak-balik. Karena tidak melakukan kerja eksternal, maka disebut "reaktif".
Waktu posting: 06-04-2022

